Salah satu ketidakadilan di abad 21 ini adalah perayaan berdirinya Negara Israel selama 50 tahun. Karya besar Zionis ini bagi bangsa Palestina adalah sebuah malapetaka (Al-Nakba).
Perayaan Israel ini mengingkari kenyataan bahwa Palestina dirampok oleh Yahudi Eropa dengan aktor utamanya adalah kekuatan Eropa, khususnya Inggris, Perancis dan belakangan Amerika Serikat menciptakan wilayah barat di jantung Islam. Semuanya dimungkinkan dengan mengusir penduduk asli, bangsa Palestina dari tanah leluhurnya lewat terror dan pembunuhan massal.
Zionis telah mempromosikan mitos mengubah gurun pasir menjadi kota dengan dukungan aktif pihak Barat. Israel mengklaim Palestina secara geografis berdasarkan sejarah palsu yang disandarkan pada Bibel. Zionis, umumnya adalah Yahudi sekuler yang fanatik yang sama sekali tidak berhubungan dengan agama yahudi., mengubah Bible menjadi buku manual pembangunan.
Penjajahan Zionis diluncurkan dengan mengucurkan darah orang Palestina. Sebuah teror berkelanjutan, ciri khas Zionis selama 50 tahun. Lebih dari 475 kota dan desa di Palestina hilang disapu bersih. Tak ada jejaknya sedikit pun.
Setelah perang Juni 1967, Moshe Dayan, jenderal bermata satu Israel mengirim sekelompok Yahudi ke Amerika sebagai bukti generasi kini telah memperluas perbatasan Negara Israel. Kini tergantung pada generasi selanjutnya untuk menjaganya. Moshe Dayan juga diam-diam mengakui bahwa ratusan desa dan kota di Palestina telah diratakan.

Wanita-wanita Palestina dijejerkan telanjang di jalan. Kebanyakan mereka ditusuk sangkur (bayonet) hingga tewas dan mayatnya dibuang di sumur. Setidaknya 750 ribu orang Palestina terusir dari tanah airnya di tengah kampanye penempatan Yahudi Eropa di Palestina
Berbeda dengan propaganda Zionis, kini diakui bahkan oleh sejarawan Israel bahwa orang Palestina pergi dari tanah airnya bukan karena perintah rejim Arab. Mereka meninggalkan rumahnya dibayang-bayangi mesin teror Israel! Dear Yasin adalah salah satu contoh kekejaman Zionis Israel. Semua kekejaman itu dirayakan sebagai sebuah prestasi.
Para pemimpin Zionis Israel seperti Menachem Begin, Yitzak Shamir, menjadi perdana menteri di satu-satunya Negara demokrasi di Timur Tengah!!! Negara Super Demokrasi di dunia Amerika Serikat memiliki hubungan erat dengan Negara satu-satunya demokrasi membantu sepenuhnya walau banyak warga Amerika lebih memerlukan perhatian pemerintahnya.
Negara Zionis tersebut menerima 4 hingga 6 milyar dolar amerika serikat setiap tahun dalam bentuk hibah maupun pinjaman. Dalam 20 tahun pertama keberadaannya, Israel hanya menerima 348 juta dolar. Namun 20 tahun selanjutnya membengkak menjadi 82 milyar dolar. Selama 10 tahun terakhir bantuan pun lebih meningkat lagi.
Sebagai Negara penjajah Israel tidak memiliki tes standar untuk itu. Biasanya Negara penjajah memiliki tak hanya modal dari kantung sendiri namun juga medapatkan uang dan barang.untuk Negara induknya. Zionis, di lain pihak berkembang sebagai parasit pada induknya yaitu Amerika Serikat. Tanpa bantuan Amerika, Israel tak bisa hidup. Jelasnya Israel adalah penerima bantuan sosial terbesar dari Amerika Serikat. Jikalau Negara Zionis tak bisa hidup tanpa bantuan Amerika, politikus Amerika tak bisa selamat tanpa bantuan masyarakat Yahudi.
Hubungan saling bergantungan ini disampaikan Al Gore, Wakil Presiden Amerikasaat itu yang turut merayakan berdirinya Israel di Tel Aviv. “Ikatan batin kami, orang Amerika dengan Israel adalah abadi,” tegas Gore lirih. Ia secara tak langsung berkata bahwa tanpa dukungan dan uang orang Yahudi ia tak akan menang pemilihan presiden tahun 2000 lalu.
Ada faktor lain yang mempererat Amerika dan Israel. 200 tahun lalu bangsa Eropa menemukan benua Amerika . Mereka memperluas wilayah kekuasaannya dengan menyingkirkan warga asli Amerika (suku Indian). Kini warga asli Amerika itu bisa kita temui di cagar alam. Zionis menerapkan kebijakan yang sama. Bedanya Zionis melakukan penghapusan ras atas Palestina dengan lebih kejam dan efisien. Banyak orang Amerika yang melihat Zionis memiliki semangat usaha yang sama dengan mereka sendiri untuk memperluas wilayah.
Al Gore merefleksikan semuanya saat ia berdoa untuk kemakmuran Israel. “Saat saya buka mata ini dan menyaksikan semua rumah orang Israel, saya pun mengenal anda”.
Gore bahkan bisa melihat nenek moyangnya sendiri di tengah kerumunan. “Dan saya ingat nabi Ezekiel, bahwa Tuhan akan mengangkatmu…dan memperbaiki negaramu. “Politikus memang suka membesar-besarkan masalah namun kali ini Al Gore jelas berbohong. Tanah ini adalah millik bangsa Palestina bahkan ketika Gore masih memakai popok saat Zionis merampasnya. Dan Ketika Tuhan memenuhi janjinya pada Zionis, pastinya Tuhan tidak berjanji pada gangster, pembantai, pembunuh masal yang kini berkuasa di Negara Zionis tersebut.
Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang tak hanya melegalkan penyiksaan namun juga mendapat dukungan penuh dari Mahkamah Agung!! Orang Palestina ditahan tanpa sidang dengan istilah tahanan administratif. Aturannya hanya 6 bulan namun prakteknya jauh lebih lama.Ada banyak orang Palestina yang ditahan tanpa sidang selama 4 hingga 5 tahun!!
Media massa barat selalu menempatkan Israel sebagai Negara yang diteror oleh tetangganya. Padahal lebih dari 200 hulu ledak nuklir berada di wilayah Israel.Tentara Israel berjumlah 600 ribu orang dengan persenjataan lebih dari 2800 tank dan700 pesawat tempur( hasil kajian Jafee Centre for Strategic Studies Universitas Tel Aviv).
Kekuatan militer Israel tentunya membuat takut Negara-negara arab yang selama ini saja selalu kalah dalam perang. Namun sejak 1982 militer Israel mengalami kemunduran. Termasuk saat invasi tahun 1982-1985 ke Libanon dan upaya menghapus Intifadah sejak 1987 hingga 1994. Di Libanon Israel dihajar begitu keras oleh Hizbullah, yang semangat jihadnya menghancurkan kegembiraan Zionis. Alih-alih bertempur dengan para pejuang, Israel memilih memborbardir desa-desa di Lebanon dengan meriam jarak jauh.
Penyanderaan adalah aksi favorit yang biasa dilakukan Zionis. Ratusan orang Palestina dan Lebanon dipenjara di kamp konsentrasi Kiam. Sebuah tempat penyiksaan yang kejam.Jika pemuda Palestina ditahan, pimpinan meraka dibuang dari tanah airnya. Ironis sekali bahwa orang asing dari Eropa dan Amerika membuang orang dari tanah airnya sendiri. Padahal nenek moyangnya telah hidup dan tinggal beratus-ratus tahun lamanya.
Zionis juga terkenal begitu kejam. Anak-anak dijadikan sasaran kemarahan mereka. Ribuan anak Palestina telah merasakan gebukan senjata tentara Israel. Mereka yang melempari tentara dengan batu akan dikubur hidup-hidup. Anak lain patah tulangnya setelah dilempar batu. Semuanya dilakukan atas perintah langsung Yitzak Rabin, sang peraih hadiah Nobel Perdamaian!!
Saat intifadah tentara Israel menggunakan gas air mata di wilayah terbuka. Tindakan in mengakibatkan ratusan perempuan Palestina yang sedang hamil mengalami keguguran. Tindakan kejam favorit lainya adalah mencampurkan terigu dan bensin di rumah-rumah orang Palestina agar tidak bisa dimakan.
Meskipun sedemikian kejam, Zionis gagal menghancurkan semanagat juang bangsa Palestina. Setiap kekejaman Israel melahirkan perlawanan yang lebih besar. Sejarawan militer Israel Martin Van Creveld dari Universitas Hebrew di Jerusalem mengakui tentara yang melawan orang tak berdaya, akhirnya menjadi tak berdaya sendiri. Menurutnya tentara Israel adalah pihak pecundang karena kemenangannya tanpa kehormatan dan kekalahannya selalu memalukan.
Kini tentara Israel tak pernah meminta bertugas di Lebanon, Gaza atau Tepi Barat. Seorang tentara berpangkat sersan secara sembunyi-sembunyi mengakui para tentara harus kabur jika ditempatkan di daerah Gaza.
Mungkin waktunya juga tidak akan lama lagi saat tentara Israel tidak mau bertugas di Palestina. Meskipun harus diakui, Israel adalah tempat teraman di dunia bagi seorang Yahudi.
____________________
Sumber : 50 years of Zionist Forgery and Land Grab 50 Years of
Zionist Forgery and Land Grab
Sumpah pemuda…
Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”.
ISI SUMPAH PEMUDA:
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
KONGRES PEMUDA II
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.
PESERTA
Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond.
MUSEUM
Di Gedung Sekretariat PPI di Jalan Kramat Raya 106, tempat diputuskannya rencana Kongres Pemuda Kedua saat ini dijadikan Museum Sumpah Pemuda.
“MARI JADIKAN MOMENT SUMPAH PEMUDA SEBAGAI MOTIVASI UNTUK MAJU, KOBARKAN SEMANGAT PEMUDA, SAATNYA KITA JADI BANGSA YANG LEBIH PUNYA TASTE..!!”
Laskar pelangi…
halloo semua, maaf lama baru bisa post sekarang…
udah pada tau kan fiLm terheboh tahun ini? “Laskar Pelangi” merupakan film yang paling hangat di bicarakan di beberapa media pada saat ini. setelah tampil perdana di bioskop tanggal 25 september bulan agustus kemarin, Laskar pelangi the movie menuai banyak pujian dari orang yang pernah menontonnya. (aku aja belom pernah nonton neCh..hehehe)
Suli Da’im (ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Jatim) tadi pagi (07-10-2008) memaparkan pengalamannya selama menonton laskar pelangi the movie, beliau mengatakan “sungguh luar biasa film laskar pelangi” katanya dengan penuh semangat..
setelah aku terdiam beberapa saat mencermati pemaparan beliau, beliau melanjutkan pembicaraannya ” nanti semua siswa kelas VI SD Muhammadiyah kupang akan di wajibkan menonton Film ini, karena laskar pelangi sangat bagus di liat para siswa sekolah dasar, satu-satunya film yang di angkat dari novel yang meyinggung tentang masalah pendidikan di Indonesia ” katanya dengan nada suara yang tenang..
setelah memperhatikan semua yang di katakan Pak Suli (aku biasa panggil beliau dengan sebutan “Pak”), aku tambah penasaran seperti apa laskar pelangi the movie itu. Laskar pelangi merupakan satu-satunya film yang menyinggung masalah pendidikan di indonesia, setelah semua film di Indonesia pada saat ini bertema “itu-itu aja”. hampir semua film di indonesia pada saat ini bertema tentang percintaan yang cenderung membawa dampak hedonis kepada setiap orang yang melihatnya. tapi laskar pelangi berbeda dengan semua itu, ini yang membuat laskar pelangi menambah warna dalam produksi perfilman di Indonesia.. (jadi tambah penasaran neChh…hehehe)
laskar pelangi lirik–nidji
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Telah hilang tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia..
Selamanya
Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia..
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia..
Selamanya
Pesankan saya tempat di Neraka!!!
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat.
Seorang kolumnis majalah Al Manar
mengisahkannya…
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.
Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.
“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.
Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!” begitu kira-kira permintaan para penumpang.
Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada.
Puasa Pertama…
Alhamdulillah, hanya itu kata yang pantas aku ucapkan pada saat ini. karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk menjalankan Ibadah di bulan yang penuh dengan ampunan ini. Bulan ramadhan merupakan bulan yang di nanti-nanti oleh umat islam, karena di bulan itu terkandung rahasia-rahasia Allah yang begitu dahsyat. “nikmat yang manakah yang kau dustakan?”
Sehabis tarawih aku langsung pulang kerumah, biasanya aku kalau habis tarawih langsung tadarrus, cuma niat itu aku batalin karena aku berniat ingin ngaji di rumah aja. setelah itu ada sms masuk ke HP aku “mas, gimana tar jadi ta yang mw ngopi?” langsung aja aku ketik “Ok, tar ta jemput jam 11-an” ta berapa lama langsung ada jawaban “siieepppzz…”. jawaban yang sangat singkat…:-)
Jam 10.30 menit aku langsung meluncur ke rumah temen aku, dan sesampainya di sana kayaknya dia juga sudah siap untuk keluar. kami bertiga langsung cabut berangkat ke warung kopi yang biasa jadi langganan kami kalau ngopi. sesampainya di warung kopi, aku langsung membuka wacana “mas, ta terasa ya besok kit uda puasa”. truuss temen aku langsung menjawab santai “alaahh..santai aja mass” katanya singkat. aku dan 2 orang temenku nongkrong di warung kopi sampe jam 01.00, setelah itu kami memutuskan kembali ke rumah.
sesampai dirumah waktu sudah menunjukkan 01.10, aku langsung duduk di depan komputer dan langsung ku download aja jadwal imsakiyah untuk daerah surabaya dan sekitarnya. aku langsung cek tar imsak-nya jam berapa ya? setelah aku cek imsak tepat pada pukul 04.03. aku langsung mikir, ehhmmm….aku tar bangunnya jam 03.00 aja insyaAllah waktunya cukup untuk shaur dan nyantai.
Tanpa pikir panjang aku langsung set alarm di HP pas jam 03.00, setelah itu aku terbang ke dunia mimpi dengan pesawat sweet dream dengan no penerbangan 900D N16HT tujuan dream Land. hehe
maksud hati ingin bangun jam 03.00 ternyata aku ga bangun, alarm yang semula aku set gak ngaruh, gak tau kenapa? apakah karena aku tidurnya lelap ato gimana. aku bangunnya jam 04.30 habis adzan shubuh. dengan perasaan kecewa (sama alarm) aku bangun dan langsung ke kamar mandi untuk ambil whudu dan langsung sholat shubuh…
Setelah itu aku langsung menuju dream land lagi dengan no penerbangan 600D MN1N6. terpaksa puasa pertama aku awali tanpa saurr….tau gak apa yang aku rasakan sekarang??
el aa pe ee er be ge te . . . Ha ee Ha ee Ha ee
Merdeka,…??????
Minggu pagi tanggal 10 Agustus 2008, tepatnya H-7 HUT kemerdekaan R.I, aku bangun sekitar jam 5.30. suasana di komplek perumahan taman pondok jati masih sepi, saya membuka pintu rumah, seketika itu pula udara dingin menampar wajahku dan seluruh tubuhku, aku langsung beranjak mengambil jaket di kamar belakang dan mengenakannya. kemudian, saya keluar untuk jalan-jalan di areal komplek menghirup segarnya udara pagi hari. Setelah terasa cukup lama, saya memutuskan kembali, dan waktu itu suasana di komplek perumahan tak lagi sepi. Lalu lalang kendaraan, warga komplek yang sedang lari pagi, dan warga yang bergotong royong membersihkan area komplek perumahan, menjadi pemandangan di pagi itu. waktu sudah menunjukkan jam 06.35, aku teringat kalau pagi ini aku harus mengantarkan kunci ke kost teman aku. aku langsung mengeluarkan motor dan membawanya ke arah taman aloha, kebetulan teman aku ngekost-nya di daerah itu.
Setelah mengantarkan kunci, aku membeli nasi pecel dua bungkus untuk sarapan sama teman aku. habis sarapan aku langsung mengambil posisi duduk di depan komputer untuk ngedit data. sekitar jam 08.32 aku memasang bendera merah putih di depan rumah untuk memeriahkan HUT kemerdekaan R.I. aku melihat semua warga juga sibuk memasang bendera, sang merah putih berkibar melambai-lambai dan menari di terpa angin. pada saat itu juga aku melihat seorang pemulung (orang kurang beruntung) yang sedang memburu tempat sampah untuk mencari sesuap nasi “bukan berarti nyari nasi di tempat sampah”, dia mencari botol bekas, gelas bekas, kardus dan lain sebagainya. aku terdiam sejenak memperhatikan langkah dan kegigihan “orang yang kurang beruntung” itu menjalani hidup.
Sambil memperhatikan langkahnya aku melihat sang merah putih berkibar di puncak tiang, saat itu pula aku terdiam membisu seribu bahasa. Dalam hati aku hanya bisa berkata “APAKAH BANGSA INDONESIA SUDAH MERDEKA??” kalau memang iya, kenapa orang yang kurang beruntung seperti dia melimpah ruah di Bangsa ini? setiap hari mereka harus berjuang menjalani kerasny kehidupan, masih adakah harapan bagi orang kurang beruntung itu mendapatkan kehidupan yang layak?!
Pertanyaan itu muncul begitu saja tanpa aku sadari, tanpa terasa di dekat aku ada rozaq yang sedang memberikan gelas aqua bekas. orangnya setengah baya, pakaiannya lusuh, memakai topi warna hitam, dan membawa karung warna putih.
Rozaq adalah teman aku yang tinggal satu rumah denganku, orang kurang beruntung itu sepertinya sangat senang sekali menerima gelas bekas dari rozaq. kemudian, aku tersentak dari lamunanku, tanpa pikir panjang aku mengambil gelas aqua bekas yang ada di kamar belakang untuk aku berikan sama “orang yang kurang beruntung” itu. sesekali aku melihat ada senyum di bibirnya sambil memasukkan gelas bekas itu satu persatu, “terima kasih mas, terima kasih mas”, katanya. bibirnya tak henti-henti mengucapkan terima kasih.
Pada saat yang bersamaan datang petugas keamanan komplek perumahan, dia langsung menegur orang kurang beruntung itu “Pak, gak boleh masuk ke area perumahan ini” katanya dengan suara agak tinggi. aku memperhatikan pak satpam sampai mata kami bertemu di satu titik, aku hanya bisa terdiam, tak bersuara. orang kurang beruntung itu menjawab “maaf pak saya tidak tahu” katanya dengan nada memelas. pak satpam itu menjawab “pak, baru pertama kali masuk kesini???”. orang kurang beruntung tadi menjawab “iya pak, baru pertama kali, maaf pak, maaf pak saya tidak tahuu”…ya udah pak, sekarang sampeyan ambil dulu gelasnya, habis itu sampeyan keluar dari area komplek..kata pak satpam, agak kasar. orang kurang beruntung itu mempercepat tangannya memasukkan gelas aqua bekas tadi. aku dan rozaq tidak berkomentar sedikit pun, kami berdiri mematung di dekat pak “pemulung” itu.
Aku melihat lagi ke arah Sang Saka Merah Putih yang berkibar diterpa angin dan menjadi saksi bisu kerasnya kehidupan. aku hanya bisa bertanya pada diriku sendiri, apakah apa yang dilakukan pak satpam itu termasuk amanah tugas atau sudah tidak adakah rasa sosial di jiwanya?.. dimanakan letak rasa persaudaraannya? aku, rozaq, pak satpam, dan orang yang kurang beruntung itu, dan semua warga negara Indonesia berada di bawah naungan satu bendera. tapi, apakah mereka sadar akan hal itu?? hingga rasa solidaritas, kebersamaan pun punah. di komplek perumahan aku tinggal ada sebuah papan yang bertuliskan “PEMULUNG, SALES, PENGAMEN, MINTA SUMBANGAN, Di larang masuk” ‘ya inilah kehidupan’ yang susah sekali di tentukan alurnya. (ra18+)
di manakah cinta itu???
Cinta memang susah dimengerti, kalau cinta sudah merangkulmu, kau tidak akan mudah lepas darinya. Cinta adalah karya terdahsyat Tuhan dan merupakan karunia terindah dalam hidup. tak bisa dibayangkan jika kita hidup tanpa cinta. aku tadi pagi menerima SMS dari seorang temen yang baru aku kenal, pesannya mengandung sebuah inspiring word dalam hidup. pesanya seperti ini ” Jiwa akan terasa sepi tanpa Cinta, Hati akan mati tanpa iman, Hari ini adalah kenyataan, Kemaren adalah impian”. bagiku ini adalah sebuah sms yang sangat menyentuh, entahlah dengan anda! pesan ini menyambutku saat pertama kali aku membuka mata pagi tadi. aku hanya bisa tersenyum membaca pesan itu.
Jalan hidup memang tidak bisa di tebak, semuanya berjalan seperti tidak ada yang mengoperasikannya, padahal kitalah yang mengatur semuanya. Hidup itu indah kalau kita mau menikmatinya dengan cinta, kasih sayang dan sikap positif. di dalam hidup tidak ada sebuah kekalahan atau pun kegagalan jika semua orang percaya akan dirinya sendiri, kekalahan hanya sebuah masalah pikiran dan perasaan. kalau anda bisa bisa me-manej pikiran dan perasaan anda, tentu “kekalahan” itu tidak akan terjadi.
begitu halnya dengan cinta, anda tidak akan mengalami kegagalan dalam cinta bila anda bisa me-manej cinta itu dengan sebuah kejujuran, ketulusan hati, dan niat yang ikhlas. selama ini aku mencari cinta yang benar2 tulus dan ikhlas, namun nihil tanpa hasil, semuanya hanya berdasarkan nafsu dan cinta sesaat. ada pertanyaan yang melekat dalam kepalaku, apakah cinta yang tulus dan ikhlas masih ada dalam hidup ini?
Kartu Perdana
Harga Rp. 40.000,-
pulsa : Rp.5.000,-
status : Segel
Area : Surabaya
087 852 505070 (laku)
087 852 505080 (laku)
087 852 505090 (laku)
087 852 505077
087 852 505088
087 852 505099
Harga Rp. 55.000
pulsa : Rp. 10.000,-
status : Segel
Area : Surabaya
087 852 31 6669
087 852 31 6660
087 852 31 6661
087 852 31 6662
087 852 31 6663
087 852 31 6664
087 852 31 6665
087 852 31 6655
087 852 31 6644
087 852 31 6633
087 852 31 7456
087 852 31 7474
Harga Rp. 150.000,-
pulsa : Rp. 10.000,-
Status : Segel
Area : Surabaya
081 55 33 65432
Harga Rp. 50.000,-
pulsa : Rp. 10.000,-
Status : Segel
Area : Surabaya
081 55 33 66 343
081 55 33 66 505
081 55 37 52225
081 55 360 1514
081 55 390 4343
081 55 390 4422
081 55 375 2255
untuk pemesanan silahkan hubungi: 0856 999 1808
Info Bank :
No Rek. 0146350120 a.n MOH. RIDWAN
setelah anda melakukan transfer mohon untuk konfirmasi ke: 0856 999 1808
*Harga termasuk ongkos kirim*
History
Pada pertengahan bulan juli tahun 2002, seorang anak dengan gembiranya membawa sebuah kertas yang menyatakan bahwa anak tersebut dinyatakan LULUS dari sebuah MTs. Kemudian dengan bangga sang anak memberikan surat itu ke orang tuanya. “Bu, aku lulus NEM aku tertinggi Lho”, katanya dengan nada gembira. si ibu hanya bisa tersenyum meskipun dengan sangat terpaksa. kemudian dengan nada polos nak itu bilang pada ibunya “aku mau ngelanjutin ke SMK ya bu”.
tak lama kemudian si ibu menjawab “kamu mau lanjutin kemana? siapa yang mau biayain, biaya pendidikan sekarang mahal, kamu mending gak usah lanjutin sekolah ya?”. Anak tersebut lahir dari keluarga yang kurang beuntung, ayahnya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. selama ini penghasilan sebagai buruh tani hanya cukup untuk makan sehari-hari. Paradigma umum orang desa “yang penting ada buat makan besok” itu sudah cukup. karena orang desa tidak terlalu berambisi terhadap sesuatu dan selalu tampil dengan apa adanya, beda dengan orang yang tinggal di kota yang setiap hari di cekoki budaya hidup ‘Hedonis’ yang seakan-akan kebutuhan hidup sehari-hari terasa kurang, walaupun real-nya sudah lebih dari cukup.
Aura kesedihan yang begitu mendalam tampak di wajah anak itu, air matanya tak kuasa ia tahan dan akhirnya jatuh membasahi tanah. kemudian dengan langkah gontai anak itu pergi keluar dari rumahnya menuju sebuah pondok pesantren deket rumahnya, pondok pesantren DarusSalam, namanya. anakitu duduk santai di bawah pohon asem di kawasan pondok sambil memikirkan nasibnya yang harus putus sekolah karena alasan klasik mayoritas warga indonesia. dia terus berpikir gimana caranya untuk bisa melanjutkan sekolahnya, kemudian dia mendapatkan ide “ehm…bagaimana klo aku minta bantuan paman” katanya sambil tersenyum. wajahnya yang pertama kusut dan sedih, kini sudah tampak ceria lagi.
Tanpa membuang-buang waktu, ia pun pergi ke salah satu pamannya yang bisa di bilang keadaan ekonomi di atas rata-rata. dengan nada polos dia mengatakan maksud dan tujuannya, ternyata tak seperti yang di harapkan. paman anak tersebut menolak untuk membantu membiayai sekolahnya, malah dengan nada yang agak kasar pamannya bilang “enak saja, kamu bukan anakku, kamu minta saja sama bapak kamu”. kesedihan kembali menampar wajah anak itu, matanya berkaca-kaca, tampak kesedihan menaungi anak itu. biasanya kalau di desa, sudah punya harta sedikit saja gayanya udah kaya ‘Warren Buffett’ orang terkaya di dunia yang menggantikan dominasi Bill Gates selama 13 tahun. sudah lupa segalanya, bahkan saudara saja gak di anggap di karenakan faktor kurang beruntung. anak itu pun pergi meninggalkan rumah pamannya, walaupun dengan nada kecewa dia coba untuk bangkit.
Pada suatu hari ketika pendaftaran di semua sekolah akan di tutup, anak itu masih bingung karena dia tidak punya uang untuk beli formulir pendaftaran. kondisi ini tidak membuat dia down atau menyerah, dia terus berusaha untuk bisa mendapatkan uang agar dapat membeli formulir pendaftaran. mulai dari pinjem ke temen2nya di pondok, sampai minta bantuan ke sanak famili nya. namun, semuanya nihil tanpa hasil yang ada hanyalah keringat membasahi kaos hitam lusuh yang di pakainya. pada waktu itu harga formulir di semua sekolah rata-rata Rp. 10.000,-
anak itu berjalan pulang dengan penuh rasa kecewa, dengan suasana hati yang menyakitkan. dia kembali bertanya pada dirinya “apakah aku harus putus sekolah?”. pertanyaan itu bersarang di otak anak itu dan tersimpan kuat di memory-nya. sesampai dirumah, dia mendapati rumahnya sepi tak berpenghuni, ayah-ibunya pergi kesawah. di pikirannya masih melekat, kalau dia ingin melanjutkan sekolah, tapi sesekali runtuh akibat terhalang karena dia tidak punya uang 10ribu untuk membeli formulir pendaftaran.
beberapa saat kemudian anak itu terperanjat, menatap sebuah harapan. dia teringat kalau dia punya seekor ayam yang bisa dijual untuk membeli formulir pendaftaran. kebetulan pada waktu itu hari jum’at tepat lagi rame2nya pasar. jam menunjukkan pukul 10.30, dengan langkah cepat anak itu pergi kebelakang mencari ayamnya. setelah berusaha dengan sekuat tenaga dan menghabiskan durasi sekitar 30 menit, akhirnya ayam tersebut berhasil di tangkap. dengan wajah gembira ayam itu di bawa kepasar untuk di jual, meskipun dia sepertinya gak rela, karena ayam tersebut satu-satunya harga pemberian neneknya dan yang lebih memberatkan dia, ayamnya kalo nelur sampai 33 butir.
sesampai di pasar, dia langsung menyodorkan ayamnya ke pedagang ayam, dan akhirnya laku Rp.15.000. anak tersebut pulang dengan wajah gembira, sampai di rumah waktu sudah menunjukkan jam 11.16, dia langsung bergegas kekamar mandi untuk cuci muka (gak mandi) dan langsung berangkat ke sekolah untuk mendaftarkan diri. setelah mengisi formulir dan menyerahkannya kembali ke petugas di sekolah, anak itu pun kembali kerumah dengan perasaan senang. “setelah melalui perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya aku dapat daftar juga”, katanya dengan nada senang. dari dana 15.000 (hasil penjualan ayam) dia mendapati ada sisa 3.000. dengan rincian transport angkot Rp.1.500 (pulang-pergi), beli es diterminal Rp.500, pembelian formulir Rp.10.000.(to be continue)
apakah anda tahu siapa anak itu..?? Dia adalah aku. Perjuangan yang keras dan ikhlas akan mendapatkan hasil yang memuaskan, jangan pernah menyerah lihatlah ke depan–disitu ada harapan. salan perjuangan.
Jim Moody
James Powers Moody, akrab dipanggil Jim, adalah anggota partai Demokrat yang mewakili Negara Bagian Wisconsin di House of Representative (DPR) Amerika Serikat selama 10 tahun (1983-1993). Jika senator (DPD) dipilih setiap 6 tahun sekali, anggota House of Representative (DPR) dipilih setiap 2 tahun. Sebelumnya, Jim adalah legislator di Negara Bagian Wisconsin (1979-1982), semacam anggota DPRD provinsi di Indonesia.
Di Musim Panas 2004 yang gerah di sebuah aula kecil di Kampus Tenley, American University yang terletak di jantung kota Washington DC, saya berkesempatan mendengar dan menerjemahkan ceramah panjang Jim Moody tentang pengalamannya menjadi anggota DPR. Audiensnya, 40 pelajar SLTA dari Indonesia peserta “Youth Leadership Program” ke Amerika Serikat. Organiser program tersebut adalah sebuah LSM di Richmond, VA., tempat saya bekerja partimer sebagai interpreter selama liburan semester semasa kuliah di Universitas Temple, Philadelphia. Yang paling menarik dari cerita Jim adalah upaya panjang dia memperoleh dukungan warga menjadi legislator provinsi, kemudian anggota DPR pusat.
Awalnya, demikian Jim mengawali kisahnya, teman-teman dekatnya pun takyakin Jim bisa mewujudkan rencananya menjadi legislator. Dibanding para calon saingannya, termasuk legislator incumbent, ketika itu mantan dosen ekonomi Universitas Winsconsin-Milwauke e ini memang belum memiliki cukup dana dan pengaruh politik. Tapi Jim bersikukuh mencalonkan diri. Maka dua tahun sebelum pemilu legislatif, dia mulai mensosialisasikan diri secara “tidak konvensional.”
Pertama-tama, dia hanya berupaya mengenal para tetangga terdekatnya dengan mengetuk pintu rumah-rumah mereka (door-to-door). Dalam setiap kunjungan tersebut, dia belum menyatakan niatnya sejatinya ikut pemilu DPRD dua tahun berikutnya, apalagi minta dukungan mereka. Tujuan dan target utamanya, mengenal tetangga terdekat dan memperkenalkan dirinya sebagai sesama warga yang tinggal di satu lingkungan, dan berbicara tentang masalah sehari-hari.
Seperti diketahui, karena kesibukan serta kentalnya watak individualisme dan determinisme warga Amerika, kehidupan bertetangga di sana cenderung renggang dan kurang intensif. Maka bisa dibayangkan betapa beratnya upaya Jim ini. Tapi dia takputus asa. Seperti sales promotion staff yang harus menjajakan produk dari rumah-ke-rumah, Jim terus bergerilya memperluas kawasan dan kalangan yang ditemui. Hari demi hari, daftar rumah warga yang pintunya telah Jim ketuk pun semakin panjang.
Sayangnya, karena telah lebih tiga tahun lewat, saya sudah lupa detail cerita Jim tentang jumlah rumah yang dikunjungi per periode tertentu. Yang pasti, dalam beberapa hari saja, dia sudah mengenal (dan dikenal) seluruh warga di RT/RW-nya. Butuh beberapa minggu untuk menemui seluruh warga di Desa/Kelurahannya. Dan beberapa bulan untuk memastikan seluruh warga di kecamatan (county) setempat telah mengenal minimal nama dan wajahnya. Praktis, dia menghabiskan setahun hanya untuk mengenal secara langsung, dekat dan pribadi calon konstituennya dalam satu district (setingkat kabupaten).
Selain kunjungan door-to-door, Moody juga menghadiri hampir semua pesta dan acara kumpul-kumpul warga. Di Indonesia, mungkin seperti acara syukuran naik rumah baru, sunatan, aqiqah, walimah perkawinan, maulidan, isra’-mi’raj, halal bi halal, natalan, dsb. Tentu saja, kerja bakti sosial seperti membersihkan lingkungan dan pentas-pentas budaya lokal tak pernah luput dihadirinya. Praktis, setahun menjelang pemilu, dia sudah dikenal secara langsung oleh hampir seluruh warga distrik yang mencukupi syarat memiliki satu wakil di DPRD provinsi.
Maka ketika Jim berhasil tepilih dalam pemilu legislatif setahun kemudian, banyak orang, termasuk teman-teman dekatnya sendiri, terkejut dan sulit percaya. Bagaimana mungkin, Jim takpernah mengiklankan diri dan berkampanye besar-besaran lewat ribuan poster dan baliho raksasa di berbagai sudut kota, desa dan jalanan seperti para saingannya yang berkantong tebal. Atau mengiklankan diri lewat jaringan TV lokal bahkan jauh sebelum masa kampanye pemilu dimulai.
Ketika ditanya tentang ini, Jim menyebut dua alasan. Pertama, dia takpunya cukup uang untuk membiayai iklan yang tentu sangat mahal. Kedua, menurutnya, memperkenalkan diri dengan sekadar memajang foto lewat poster, baliho, spanduk dan sejenisnya, juga beriklan di media elektronik, mencerminkan rendahnya penghargaan terhadap calon konsituen. Adalah lebih terhormat dan bermartabat, katanya, menemui dan menyapa mereka secara langsung dan pribadi lebih dahulu ketimbang lewat iklan yang merentangkan berlapis-lapis jarak antara konstituen dan bakal wakil mereka.
Bukankah jauh terasa lebih akrab dan menyentuh jika kita disapa langsung oleh seseorang (face-to-face encounter) daripada sekedar menerima suratnya, apalagi sekadar e-mail, tanya Jim memberi analogi. Memperkenalkan diri secara sepihak lewat poster, baliho, TV dsb, lanjutnya, juga merefleksikan keengganan kita mengenal secara langsung dan utuh karakter, kondisi dan aspirasi warga yang bakal kita wakili. Jika saat kampanye saja enggan bertemu langsung dengan konstituen, apalagi kalau sudah terpilih, sindirnya.
Sekalipun beberapa minggu menjelang pemilu, poster Jim dalam format kecil dan sederhana akhirnya juga terpajang di beberapa sudut desa dan kota, tujuannya pun tak lebih dari memastikan warga yang mau memilihnya bisa mengingat nomor urut dan fotonya sesuai kertas suara resmi dalam pemilu.
Walhasil, di luar dugaan banyak orang, Jim terpilih jadi legislator di DPRD Wisconsin pada 1979. Tiga tahun kemudian, Jim dengan mudah mendapatkan mandat dari konstituen yang sama, plus pemilih dari distrik lainnya di Wisconsin, untuk mewakili mereka di DPR pusat selama lima periode berturut-turut. Bahkan Jim pun masih diminta maju lagi untuk periode keenam, tapi dia memilih pensiun dan kembali ke kampus mengajar ilmu ekonomi hingga sekarang.
Yang mungkin menarik diteladani para politisi kita adalah aktivitas rutin Jim selama 10 tahun menjadi legislator. Dari Senin sampai Jum’at Jim berkantor di Washington DC, didampingi 10 staff yang mengelola tugas-tugas administratifnya. Tapi pada Jum’at sore dia akan terbang (kira-kira 2,5 jam) ke dan berkantor di Wisconsin hingga Ahad sore, saat dia harus terbang kembali ke DC. Selama berakhir pekan, di kantor lokalnya yang juga memiliki 10 staf ini, Jim menyediakan waktu menerima setiap warga yang ingin menyampaikan secara langsung pertanyaan, keluhan, protes, saran dan aspirasi mereka. Juga menjawab telepon dan membalas surat-surat dan email mereka.
Maka jangankan demonstrasi, ada warga yang meninggal saja Jim bisa segera tahu dan langsung merespon dengan, misalnya, menyampaikan ucapan dukacita kepada keluarga almarhum. Kata Jim, sudah jadi tugas para staf di local office untuk menyerap dan melaporkan kepadanya semua peristiwa dan informasi, sekecil apa pun, dari daerah pemilihan saya secepat dan selengkap mungkin.
Lepas dari itu, Jim tetap melanjutkan kebiasaan lamanya mengunjungi para warga yang menjadi konstituennya, menghadiri setiap pesta dan acara kumpul-kumpul mereka. “Asal diundang warga dan kebetulan saya berada di Wisconsin” kata Jim, “saya pasti datang ke acara mereka.” Sungguh ideal memang, dan sungguh kontras dengan kinerja sebagian besar wakil rakyat di Indonesia.
Tinggalkan sebuah Komentar
